Saturday, July 06, 2019

Pengertian Kolektor (Collection) Secara Detail

Pengertian Kolektor (Collection) Secara Detail

Pengertian Kolektor (Collection) Secara Detail
Pengertian Kolektor (Collection) Secara Detail 
Halo sahabat motekar subang!
Dikesempatan kali ini ngademin akan memberikan penjelasan secara rinci Pengertian Kolektor (Collection) Secara Detail, dalam  bahasan sebelumnya ngademin hanya memberikan sekilas penjelasan tentang kolektor pada postingan sebelumnya. oke simak baik baik penjelasan ngademin di bawah ini.

DEFINISI DAN PENGERTIAN 


Collection ialah pengendalian piutang atau Akun Receivable jadi karena terdapatnya kesepakatan pembiayaan. Piutang atau Akun Receivable tersebut sebetulnya ialah asset perusahaan yang ada serta menyebar pada pihak lain (debitur), oleh karenanya harus diurus secara baik.

TUJUAN 

  • Mengusahakan supaya pembayaran dari customer sesuai dengan tanggal jatuh tempo 
  • Memaksimalkan laba, semua hal yang disebut hak perusahaan berbentuk uang yang harus diterima bertambah cepat (sesuai dengan agenda) supaya dana itu bisa di gunakan lebih productive, 
  • Meminimalisir kerugian atas cicilan yang tertunggak, karena kecepatan pembayaran collection bisa turunkan bahkan juga menghapus kekuatan piutang macet.
  • Jaga konsistensi serta kesehatan keuangan perusahaan (kontan flow) 
  • Melakukan hak perusahaan terkait dengan termin & condition yang sudah di menyepakati dalam kesepakatan, seperti penarikan, pengenaan denda, penalti, dan lain-lain. 

PERAN COLLECTION 

  1. Membuat akun jadi normal/lancar dengan usaha, collection yang efisien 
  2. Lakukan follow up dengan selekasnya, baik lewat telpon, surat, atau kunjungan 
  3. Membina jalinan baik dengan Akun (Konsumen/Nasabah)

Baca Juga :

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB COLLECTION

  1. Lakukan monitoring / penagihan / penarikan unit atas kontrak customer yang past due (tertunggak) 
  2. Mengecek daftar penerimaan bukti setoran dari Staff Adm/Kasir. (spesial customer yang sudah past due lebih dari 3 hari) 
  3. Bertanggungjawab atas bukti setoran (TTS) yang diterima dari Staff Adm. Collection. 
  4. Lakukan penagihan atas semua bukti setoran yang diterima dari Staff Adm. Collection tanpa ada terkecuali. 
  5. Harus lakukan penyerahan berdasar hasil tagihan yang dikerjakan baik tunai atau giro pada Staff Kasir pada sore harinya. 
  6. Membuat laporan harian atas bukti setoran yang diterimanya serta hasil penagihan di hari itu dan bukti setoran yang tidak tertagih. 
  7. Memberikan laporan pada Head Collection atas bukti setoran yang tidak tertagih dan fakta serta aksi yang sudah diambil 
  8. Memberikan laporan dengan teratur pada Head Collection tentang perubahan masalah yang ditanggung padanya serta input-input atas penyelesaian beberapa kasus yang diatasinya 
  9. Bertindak negosiasi serta persuasif dalam penyelesaian masalah 
  10. Membuat laporan kunjungan harian (call report) 
  11. Sampai sasaran individu yang telah diputuskan oleh perusahaan 
  12. Membuat perlindungan serta pelihara asset perusahaan 
  13. Melakukan semua pekerjaan yang ditanggung perusahaan 
  14. Merajut kerja sama yang baik di antara sama-sama karyawan 

ARTI SEBAGAI COLLECTION, ADALAH

  1. Wakil Perusahaan 
  2. Penagih Hutang 
  3. Negosiator 
  4. Penasihat Keuangan 
  5. Pakar Psikologi 
  6. Pendengar yang baik 
  7. Motivator yang baik 
  8. Sisi dari Konsumen Service 
  9. Penemu Manipulasi 

KAPAN COLLECTION & EXCEKUTOR DIPERLUKAN 

Dalam pengendalian tagihan customer, ada beberapa jenis type kontrak yang ada yakni:
  • Kontrak Lancar
    Kontrak Aktif yang tidak memiliki tunggakan cicilan pada cut-off tersendiri, tanpa ada memerhatikan ada tidaknya denda yang belum dibayar 
  • Kontrak Past Due > 3 hari
    Kontrak Aktif yang memiliki tunggakan > 3 hari pada cut off tersendiri 
  • NPL (Non Performing Loan)
    Kontrak yang kolektibilitasnya disangsikan (pembayaran macet) hingga butuh satu perlakuan spesial untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang optimal. Jumlahnya tagihan yang ditagih ke customer masih sama sesuai hasil penghitungan skema. Dulu dikatakan sebagai kontrak Non Accrual (NA/Bad Debt) 
  • WO (Write-Off)
    Kontrak yang telah dihapusbukukan dari pembukuan perusahaan, meskipun dengan operasional masih dikerjakan penagihan ke customer 

PENYEBAB ANGSURAN TERTUNGGAK 

1. Potensi :
  • Bisnis terusik (kontan flow konsumen setia itu tidak lancar)
  • Debitur alami bencana (kesehatan, kecelakaan, kematian)
  • Kendaraan alami kecelakaan / kehancuran (hingga kendaraan tidak bisa dioperasionalkan) serta ongkos perbaikan lumayan besar, tetapi tidak bisa ajukan klaim asuransi, hingga keuangan customer terusik.
  • Debitur jatuh bangkrut/terjebak hutang 
2. Tekad :
  • Pindah alamat (tidak lapor)
  • Unit tidak sesuai kemauan (saat serah terima kendaraan) Contoh : claim ke dealer atas kelainan pada unit, tetapi belum disikapi dengan selesai.
  • Unit tidak utuh (kehilangan / kecelakaan)
  • Ingin tetap ditagih sebab janji Perusahaan Multi Finance
  • Kendaraan, orang serta potensi ada tapi tidak ingin bayar.
3. Lain-lain :
  • Unit non asuransi tapi hilang 
  • Unit / kendaraan diambil alih faksi ke-3 
  • Kontrak tidaklah sampai / belum diterima 
  • Kesalahan unit / barang yang dikirim oleh dealer
  • Lokasi customer jauh dari kantor Perusahaan Multi Finance 

PENYEBAB KREDIT MACET

Kasus –kasus yang biasa berlangsung hingga mengakibatkan credit macet kodisi past due atau bahkan juga write off diantaranya seperti berikut :
  1. Geser Tangan
  2. Tidak Ada Dana (uang)
  3. Credit Atas Nama Orang Lain
  4. Klaim Asuransi 
  5. Terjebak Aksi Pidana
  6. Barang Dikuasai Pelaku/Faksi Lain
  7. Customer serta Barang Hilang 

PENANGANAN KREDIT MACET

Persiapan
  • Identifikasi permasalahan, dikerjakan pada beberapa masalah yang direncanakan jadi pemicu berlangsungnya credit macet (past due, over due, dll) 
  • Klasifikasi permasalahan; mengolongkan penyebab-penyebab permasalahan yang berlangsung apa dikarenakan oleh potensi customer atau mungkin kemauannya ? 
Analisa permasalahan; dikerjakan untuk tahu inti persoalan dari pemicu credit macet pada beberapa faktor :
  • keuangan/pendapatan, 
  • pengendalian/pengeluaran keuangan, 
  • sikap & tanggungjawab pada keharusan membayar hutang,
  • lingkungan sosial dan lain-lain. 
Dengan analisis ini diinginkan akan dapat memberi pijakan dalam memastikan startegi serta aksi penanganannya:
  • Pengaturan & penetapan taktik
  • tersangkut pilihan pendekatan penyelesaian, 
  • penawaran jalan keluar, 
  • komunikasi, 
  • persuasi, 
  • mengantisipasi dikerjakan tarik barang dari tangan customer, 
  • dan lain-lain. 
Demikian penjelasan Pengertian Kolektor(Collection) Secara detail dan rinci untuk penjelasan nya. Apabila ada tulisan atau kata yang kurang dimengerti silhkan kalian komen di kolom komentar kami. Info loker subang

Monday, July 01, 2019

Macam Macam Kolektor Jobdesc Tugas dan Levelnya

Macam Macam Kolektor Jobdesc Tugas dan Levelnya

Macam Macam Kolektor Jobdesc Tugas dan Levelnya

Halo sahabat Motekar subang, sharing lagi untuk kita semua saya akan membagikan informasi tentang atau seputar Kolektor/Collector dimana semua orang tahu bahwa pekerjaan seorang kolektor itu adalah sangat menyeramkan dan membuat orang takut.

Dengar kata debt collector (DC), tentu yang terpikir oleh kita ialah orang yang galak, kasar, tidak tahu sopan-santun,  dan bad attitude lainnya yang condong negatif. 
Jadi orang yang bergulat dalam bagian penagihan & eksekusi agunan, saya tertarik untuk membagi dikit tentang dunia collector ini.

Baca juga :

Biasanya dunia colector atau yang lebih diketahui jadi DC, tidak seseram seperti apa yang dipikirkan oleh warga biasanya.Dunia collector sebetulnya lumayan luas serta mempunyai langkah kerja yang berlainan juga. Langkah kerja itu, berdasar pada lama tunggakan si debitur. Langkah kerja atau tingkatan collector pada umumnya ialah seperti berikut : 


Level Collector 

Ada beberapa level collector dari suatu perusahaan finansial, dan level tersebut mempunya tugas dan tanggung jawab yang berbeda beda walaupun sama nama pekerjaan nya sebagai Kolektor.

  • 1. Desk Collector 

Level ini adalah level pertama dari dunia collector, serta langkah kerja yang dikerjakan oleh collector-collector ini ialah cuma memperingatkan tanggal jatuh tempo dari angsuran debitur serta dikerjakan dengan media telephone. Umumnya pada level ini collector cuma berperan jadi pengingat (reminder) buat debitur atas keharusan membayar angsuran. Bahasa yang digunakanpun benar-benar sopan serta halus, mengingat orientasinya jadi pelayan nasabah. 

  • 2. Juru Tagih (Field Collector) 

Level ini adalah lanjutan dari level awalnya, jika nyatanya debitur yang sudah dihubungi itu belum lakukan pembayaran, hingga berlangsung keterlambatan pembayaran. 

Langkah yang dikerjakan oleh collector pada level ini ialah berkunjung ke debitur dengan keinginan tahu keadaan debitur dan keadaan keuangannya. Pada level ini, collector umumnya memberi pemahaman dengan persuasif tentang keharusan debitur dalam soal lakukan pembayaran cicilan. Beberapa hal yang diterangkan umumnya tentang karena yang bisa diakibatkan jika keterlambatan pembayaran itu tidak selekasnya dituntaskan. 

Tidak hanya memberi pemahaman tentang hal tersebut, collector memberi peluang atau tenggang waktu buat debitur untuk membayar cicilannya, serta umumnya tidak kurang dari tujuh hari. Walau sebetulnya bank memberi waktu sampai optimal akhir bulan dari bulan yang berjalan, sebab hal itu terkait dengan sasaran collector. 

Collector dibolehkan terima pembayaran langsung dari debitur, tetapi hal yang butuh dilihat oleh debitur ialah, yakinkan jika debitur itu terima bukti pembayaran dari collector itu, serta bukti itu harus adalah bukti pembayaran dari perusahaan dimana debitur itu mempunyai keharusan credit bukan bukti pembayaran yang berbentuk kwitansi yang bisa diperjual-belikan demikian saja diwarung-warung. 


  • 3. Juru Sita (Re-medial Collector) 

Jika nyatanya debitur belum juga lakukan pembayaran, karena itu tunggakan itu akan diserahkan kepada level yang seterusnya yakni Juru Sita atau Remedial Collector, beberapa Finance/ perusahaan leasing biasanya memakai arti “Executor Profesional”, “Petugas Eksekusi Object Agunan Fidusia” atau ” Profesional Collector”. 

Pada level berikut yang umumnya yang memberi kesan-kesan negatif tentang dunia collector, sebab pada level ini skema kerja collector dengan langkah ambil barang agunan debitur. 

Baca Juga :

Langkah yang dikerjakan serta tingkah laku collector pada level ini umumnya bergantung dari respon debitur tentang kewajibannya. Jika debitur itu memahami tentang kewajibannya, serta menyerahkan jaminannya dengan penuh kesadaran, karena itu bisa diyakinkan jika collector itu akan berlaku sopan serta baik. Tetapi jika debitur nyatanya tidak memberi niat baik untuk menyerahkan barang jaminannya, karena itu collector itu dengan terpaksa sekali akan lakukan kewajibannya serta hadapi rintangan dari debitur itu. Yang dilakukannyapun beragam dari mulai  memarahi, merebut dengan paksa, bahkan juga meneror akan mengolah dengan hukum sesuai dengan UU Fidusia (uu no 42 thn 1999) dan lain-lain, dalam usaha menggertak debitur. 

Tetapi jika disaksikan dari sisi hukum, collector tersebutpun tidak dibetulkan jika sampai lakukan masalah pidana, seperti memukul, mengakibatkan kerusakan barang dan lain-lain, atau bahkan juga hal yang paling kecil yakni mencemarkan nama baik debitur. Pada dasarnya semua kembali pada diri debitur itu, apa mempunyai kemauan yang baik ataukah tidak pada kewajibannya membayar cicilan pada pihat yang berkaitan. Sepanjang debitur itu mempunyai kemauan yang baik, karena itu bisa ditanggung tingkah laku collector-collector yang bekerja itu bisa berlaku baik juga.

Penutup

Demikian penjelasan Macam macam Kolektor Jobdesc Tugas dan Levelnya sesuai tingkatan pekerjaanya. Untuk informasi lowongan pekerjaan yang terbaru di kota subang silahkan kalian bisa cek blog ini, kami bagikan untuk kalian gratis tanpa syarat apapun.

Friday, June 28, 2019

Jobdesc, Tugas dan Pengertian Kolektor (Collector)

Jobdesc, Tugas dan Pengertian Kolektor (Collector)

Jobdesc, Tugas dan Pengertian Kolektor (Collector)

Halo motekar subang, balik lagi sama ngademin yang lugu ini. hari ini saya akan membagikan seputar penjelasan, fungsi tugas dan tanggung jawab seorang kolektor (Collector) yang merupakan jobdesc dari kolektor itu sendiri. ada beberapa yang harus kalian perhatikan apabila kalian mendapatkan pekerjaan sebagai Kolektor sebuah Bank/Koperasi finansial yang kalian tempati. Berikut penejelasan nya :

DEFINISI Kolektor

Apa sih Pengertian Pekerjaan Kolektor itu ? Bagaimana tugas nya? Collection/Kollektor ialah pengendalian piutang atau Akun Receivable jadi karena terdapatnya kesepakatan pembiayaan. Piutang atau Akun Receivable tersebut sebetulnya ialah asset perusahaan yang ada serta menyebar pada pihak lain (debitur), oleh karenanya harus diurus secara baik dan benar agar konsumen /user merasa nyaman dengan pelayanan kolektor tersebut.

TUJUAN 

Adapun tujuan dari Kolektor yaitu sebagai berikut:

  • Mengusahakan supaya pembayaran dari customer sesuai dengan tanggal jatuh tempo 
  • Memaksimalkan laba, semua hal yang disebut hak perusahaan berbentuk uang yang harus diterima bertambah cepat (sesuai dengan agenda) supaya dana itu bisa di gunakan lebih productive, 
  • Meminimalisir kerugian atas cicilan yang tertunggak, karena kecepatan pembayaran collection bisa turunkan bahkan juga menghapus kekuatan piutang macet. 
  • Jaga konsistensi serta kesehatan keuangan perusahaan (kontan flow) 
  • Melakukan hak perusahaan terkait dengan termin & condition yang sudah di menyepakati dalam kesepakatan, seperti penarikan, pengenaan denda, penalti, dan lain-lain. 

PERAN COLLECTION 

Disini ada 3 Peranan yang akan menjadi tugas kolektor/Collection yaitu sebagai berikut :
  • Membuat akun jadi normal/lancar dengan usaha, collection yang efisien 
  • Lakukan follow up dengan selekasnya, baik lewat telpon, surat, atau kunjungan 
  • Membina jalinan baik dengan Akun (Konsumen/Nasabah) 

Baca juga 

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB COLLECTION 

Berikut Tugas dan Tanggung Jawab yang harus dilakukakn oleh Collection/Kolektor dalam sebuah perusahaan bank/finansial.

  • Lakukan monitoring / penagihan / penarikan unit atas kontrak customer yang past due (tertunggak) 
  • Mengecek daftar penerimaan bukti setoran dari Staff Adm/Kasir. (spesial customer yang sudah past due lebih dari 3 hari) 
  • Seluruh setoran di pertanggung jawabakan dengan bukti setoran (TTS) yang diterima dari Staff Adm. Collection. 
  • Lakukan penagihan atas semua bukti setoran yang diterima dari Staff Adm. Collection tanpa ada terkecuali. 
  • Harus lakukan penyerahan berdasar hasil tagihan yang dikerjakan baik tunai atau giro pada Staff Kasir pada sore harinya. 
  • Membuat laporan harian atas bukti setoran yang diterimanya serta hasil penagihan di hari itu dan bukti setoran yang tidak tertagih. 
  • Memberikan laporan pada Head Collection atas bukti setoran yang tidak tertagih dan fakta serta aksi yang sudah diambil 
  • Memberikan laporan dengan teratur pada Head Collection tentang perubahan masalah yang ditanggung padanya serta input-input atas penyelesaian beberapa kasus yang diatasinya 
  • Bertindak negosiasi serta persuasif dalam penyelesaian masalah 
  • Membuat laporan kunjungan harian (call report) 
  • Sampai sasaran individu yang telah diputuskan oleh perusahaan 
  • Membuat perlindungan serta pelihara asset perusahaan 
  • Melakukan semua pekerjaan yang ditanggung perusahaan 
  • Merajut kerja sama yang baik di antara sama-sama karyawan

Berikut penjelasan tugas dan tanggung jawab dari seorang job kolektor untuk di bidang perbangkan maupun finansial atau koperasi. bagi kalian yang ingin mencari informasi seputar lowongan pekerjaan yang ada disubang, kalian bisa pilih di link berikut ini Motekarsubang.