Monday, July 01, 2019

Macam Macam Kolektor Jobdesc Tugas dan Levelnya

Macam Macam Kolektor Jobdesc Tugas dan Levelnya

Halo sahabat Motekar subang, sharing lagi untuk kita semua saya akan membagikan informasi tentang atau seputar Kolektor/Collector dimana semua orang tahu bahwa pekerjaan seorang kolektor itu adalah sangat menyeramkan dan membuat orang takut.

Dengar kata debt collector (DC), tentu yang terpikir oleh kita ialah orang yang galak, kasar, tidak tahu sopan-santun,  dan bad attitude lainnya yang condong negatif. 
Jadi orang yang bergulat dalam bagian penagihan & eksekusi agunan, saya tertarik untuk membagi dikit tentang dunia collector ini.

Baca juga :

Biasanya dunia colector atau yang lebih diketahui jadi DC, tidak seseram seperti apa yang dipikirkan oleh warga biasanya.Dunia collector sebetulnya lumayan luas serta mempunyai langkah kerja yang berlainan juga. Langkah kerja itu, berdasar pada lama tunggakan si debitur. Langkah kerja atau tingkatan collector pada umumnya ialah seperti berikut : 


Level Collector 

Ada beberapa level collector dari suatu perusahaan finansial, dan level tersebut mempunya tugas dan tanggung jawab yang berbeda beda walaupun sama nama pekerjaan nya sebagai Kolektor.

  • 1. Desk Collector 

Level ini adalah level pertama dari dunia collector, serta langkah kerja yang dikerjakan oleh collector-collector ini ialah cuma memperingatkan tanggal jatuh tempo dari angsuran debitur serta dikerjakan dengan media telephone. Umumnya pada level ini collector cuma berperan jadi pengingat (reminder) buat debitur atas keharusan membayar angsuran. Bahasa yang digunakanpun benar-benar sopan serta halus, mengingat orientasinya jadi pelayan nasabah. 

  • 2. Juru Tagih (Field Collector) 

Level ini adalah lanjutan dari level awalnya, jika nyatanya debitur yang sudah dihubungi itu belum lakukan pembayaran, hingga berlangsung keterlambatan pembayaran. 

Langkah yang dikerjakan oleh collector pada level ini ialah berkunjung ke debitur dengan keinginan tahu keadaan debitur dan keadaan keuangannya. Pada level ini, collector umumnya memberi pemahaman dengan persuasif tentang keharusan debitur dalam soal lakukan pembayaran cicilan. Beberapa hal yang diterangkan umumnya tentang karena yang bisa diakibatkan jika keterlambatan pembayaran itu tidak selekasnya dituntaskan. 

Tidak hanya memberi pemahaman tentang hal tersebut, collector memberi peluang atau tenggang waktu buat debitur untuk membayar cicilannya, serta umumnya tidak kurang dari tujuh hari. Walau sebetulnya bank memberi waktu sampai optimal akhir bulan dari bulan yang berjalan, sebab hal itu terkait dengan sasaran collector. 

Collector dibolehkan terima pembayaran langsung dari debitur, tetapi hal yang butuh dilihat oleh debitur ialah, yakinkan jika debitur itu terima bukti pembayaran dari collector itu, serta bukti itu harus adalah bukti pembayaran dari perusahaan dimana debitur itu mempunyai keharusan credit bukan bukti pembayaran yang berbentuk kwitansi yang bisa diperjual-belikan demikian saja diwarung-warung. 


  • 3. Juru Sita (Re-medial Collector) 

Jika nyatanya debitur belum juga lakukan pembayaran, karena itu tunggakan itu akan diserahkan kepada level yang seterusnya yakni Juru Sita atau Remedial Collector, beberapa Finance/ perusahaan leasing biasanya memakai arti “Executor Profesional”, “Petugas Eksekusi Object Agunan Fidusia” atau ” Profesional Collector”. 

Pada level berikut yang umumnya yang memberi kesan-kesan negatif tentang dunia collector, sebab pada level ini skema kerja collector dengan langkah ambil barang agunan debitur. 

Baca Juga :

Langkah yang dikerjakan serta tingkah laku collector pada level ini umumnya bergantung dari respon debitur tentang kewajibannya. Jika debitur itu memahami tentang kewajibannya, serta menyerahkan jaminannya dengan penuh kesadaran, karena itu bisa diyakinkan jika collector itu akan berlaku sopan serta baik. Tetapi jika debitur nyatanya tidak memberi niat baik untuk menyerahkan barang jaminannya, karena itu collector itu dengan terpaksa sekali akan lakukan kewajibannya serta hadapi rintangan dari debitur itu. Yang dilakukannyapun beragam dari mulai  memarahi, merebut dengan paksa, bahkan juga meneror akan mengolah dengan hukum sesuai dengan UU Fidusia (uu no 42 thn 1999) dan lain-lain, dalam usaha menggertak debitur. 

Tetapi jika disaksikan dari sisi hukum, collector tersebutpun tidak dibetulkan jika sampai lakukan masalah pidana, seperti memukul, mengakibatkan kerusakan barang dan lain-lain, atau bahkan juga hal yang paling kecil yakni mencemarkan nama baik debitur. Pada dasarnya semua kembali pada diri debitur itu, apa mempunyai kemauan yang baik ataukah tidak pada kewajibannya membayar cicilan pada pihat yang berkaitan. Sepanjang debitur itu mempunyai kemauan yang baik, karena itu bisa ditanggung tingkah laku collector-collector yang bekerja itu bisa berlaku baik juga.

Penutup

Demikian penjelasan Macam macam Kolektor Jobdesc Tugas dan Levelnya sesuai tingkatan pekerjaanya. Untuk informasi lowongan pekerjaan yang terbaru di kota subang silahkan kalian bisa cek blog ini, kami bagikan untuk kalian gratis tanpa syarat apapun.